Senin, 21 April 2014

Penggunaan Jenis Pupuk Kandang

Pupuk Kandang (Sapi, Kambing, Kuda, Ayam) pada pertumbuhan dan produksi Melon (Cucumis melo L.) Varietas Japonika


The objectives of Research on effect of using many kind of organic manures (from cow, goat, horse and chicken) toward plant growth and production of melon (Cucumis melo L.) with Japonica Variety to determine the best organic manures for melon plant growth and production. This research has done in Indonesian Center for Agricultural Training (ICAT) Ketindan practical field, started on  July to October, 2009. This research using group random method with 5 treatments  SP (cow organic manure), KD  (horse organic manure), AM (Chicken organic manure), KB (goat organic manure), KT (control) and 3 replications. The research results showed that SP treatment (1.47) and AM treatment (1.39) have significant effects to Japonica melon production. And have no significant effect to melon plant growth (Plant height, leaf number) from all organic manure  treatments.

 
Key word :  Chicken organic manure, cow organic manure, horse organic manure, goat organic manure, Japonica Variety Melon.

Pengkajian penggunaan jenis pupuk kandang (sapi, kambing, kuda, ayam) pada pertumbuhan dan prosuksi melon (Cucumis melo L.) varietas “japonica” dilakukan dengan tujuan   menentukan jenis pupuk kandang yang paling baik untuk pertumbuhan dan produksi melon pada musim tanam berikutnya dan petani pada umumnya. Pengkajian  dilakukan di Lahan Praktek Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan mulai bulan Juli s.d Oktober 2009. Pengkajian ini mengunakan rancangan acak kelompok, terdiri dari 5 perlakuan SP, KD, AM, KB, KT pada melon dengan 3 ulangan. Hasil Pengkajian menunjukkan  bahwa perlakuan pemberian pupuk kandang SP (1.47) , AM (1.39)  memberikan pengaruh nyata terhadap produksi buah (berat buah) pada melon varietas Japonika. Dari pengamatan tinggi tanman dan jumlah daun pada semua perlakuan ternyata tidak memberikan respon pada semua perlakuan pupuk yang diberikan. 
 
Kata Kunci : Pupuk Kandang Ayam, Sapi, Kuda dan Kambing, Melon Varietas Japonika.

PENDAHULUAN 
 
Untuk  meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani sesuai dengan tujuan pembangunan pertanian maka dalam upaya melaksanakan usahatani hendaknya selalu berwawasan agribisnis, yakni petani dalam melakukan budidaya tanaman diarahkan kepada komoditas yang laku  di pasaran, sehingga mereka tidak mengalami kesulitan pemasaran dan hargapun kompetitif, dengan demikian mereka dapat menolong dirinya sendiri (Sudjanto, sinar tani edisi 13 – 19 Desember 2000)
 
Tanaman Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu tanaman prioritas utama  yang perlu mendapat perhatian diantara tanaman – tanaman hortikultura lainnya, karena buah  Melon  relatif tinggi harganya dibandingkan dengan komoditas hortikultura pada umumnya, hal ini akan banyak memberikan  keuntungan kepada petani melon (Setiadi, Parimin).
 
Pupuk kandang merupakan sumber  unsur   hara bagi tanaman yang sangat murah dan mudah diperoleh. Macam – macam pupuk  yang sering  digunakan  antara lain  pupuk   ayam, pupuk   sapi, pupuk  kuda, pupuk   kambing dan lainnya, selain mengandung unsur hara, pupuk kandang juga  membantu  dalam  penyimpanan air, mengembalikan  kondisi tanah menjadi sehat, terutama saat musim kemarau. 
 
Berdasarkan pemikiran tersebut perlu dilakukan pengkajian   penggunaan   pupuk kandang (sapi, kuda, kambing, ayam)  pada pertumbuhan dan produksi tanaman melon. Sasaran yang ingin dicapai    adalah  mengetahui jenis   pupuk kandang yang paling baik  pada pertumbuhan dan produksi  tanaman melon.
 
BAHAN DAN METODE
 
Pengkajian dilaksanakan di Lahan Praktek Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan. Bahan   yang digunakan adalah  benih melon varietas “Japonika”, pupuk sapi, pupuk   kambing, pupuk   ayam, pupuk   kuda.
 
Pengkajian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan yang diulang 3 kali,  setiap ulangan terdiri dari 5 petak dengan ukuran 200 M2 ,   jarak tanam 70 cm x 60 cm sehingga populasi dalam satu petak 180 tanaman terdiri dari 3 guludan, masing – masing guludan populasi 60 tanaman. Luas satuan pengkajian termasuk tanaman tepinya adalah 1000 M2. 
 
HASIL DAN PEMBAHASAN
 
Hasil pengamatan tinggi tanaman dilakukan setiap 10 hari sekali, pada umur 10 HST, 20 HST, 30 HST, 40 HST dan 50 HST pada tanaman melon varietas japonica seperti tertera pada Tabel 1. 
 
Tabel   1   :     Rata – rata Tinggi Tanaman Melon berdasarkan waktu Pengamatan (cm).
Perlakuan Tinggi Tanaman
10 HST 20 HST 30 HST 40 HST 50 HST
Pupuk  Kambing 5a
17.52 a
63.13 a
200.6 a
235.66 a
Pupuk Sapi 5a
17.81 a
72.73 a
202.46 a
236.26 a
Pupuk Kuda 5a
16.27 a
57.76 a
195.51 a
228.06 a
Pupuk Ayam 5a
17.06 a
62.73 a
202.13 a
232.4 a
Kontrol 5a 16.8 a 58.33 a 200.9 a 230.73 a

Angka – angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNT pada taraf 5 %.

Hasil pengamatan jumlah daun  dilakukan setiap 10 hari sekali, pada umur 10 HST, 20 HST, 30 HST, 40 HST dan 50 HST pada tanaman melon varietas yang sama seperti tertera  pada tabel 2. 
 
Tabel   2    :     Rata – rata  Jumlah Daun  Melon berdasarkan waktu Pengamatan (cm).
Perlakuan Tinggi Tanaman
10 HST 20 HST 30 HST 40 HST 50 HST
Pupuk  Kambing
2.13 a 
4.26 a
12.80 a
27.46 a
28.80 a
Pupuk Sapi
2.13 a 
4.66 a
13.73 a
28.60 a
29.26 a
Pupuk Kuda
2.06 a 
4.20 a
12.20 a
25.73 a
28.73 a
Pupuk Ayam
2.13 a  
4.33 a
12.13 a
26.66 a
29.06 a
Kontrol 2.06  a 4.13 a 11.66 a 25.40 a 28.40 a

 

Angka – angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNT pada taraf 5 %.
 
Perlakuan pemberian 5 jenis pupuk kandang tidak memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan vegetatif (Tinggi Tanaman dan Jumlah Daun)  pada setiap pengamatan melon varietas japonica.  Hal ini disebabkan karena pemberian pupuk kandang tidak dilakukan pengolahan dengan cara didekomposisikan  lebih dahulu, sehingga penyerapan unsur hara dalam tanah sulit dilakukan.
 
Kandungan unsur hara dalam pupuk kandang sangat bergantung pada jenis ternak, jenis pakan, sifat kotoran, cara penyimpanan, pengolahan dan pemakaiannya. Hal ini seiring dengan pendapat Musnamar (2003) bahwa proses penguapan dan penyerapan  dapat menyebabkan hilangnya unsur hara dalam pupuk kandang terutama unsur N sekitar 50 % dan unsur   K 60 %   karena proses ini. Sehingga sangat dianjurkan untuk merawat pupuk kandang  sebagaimana disampaikan diatas bisa teratasi.
 
Hasil pengamatan produksi melon (berat buah)  dilakukan saat panen  melon  menunjukkan bahwa kelima perlakuan memberikan perbedaan yang nyata terhadap hasil (berat buah) melon seperti tertera pada tabel 3.
 
Tabel    3  :     Rata – rata Berat Buah   Melon pada  waktu panen.
Perlakuan Berat Buah
Pupuk  Sapi 
1.47 a
Pupuk Ayam 
1.39 ab
Pupuk Kambing
1.28 bc
Pupuk Kuda
1.18 c
Kontrol 1.13 c

Angka – angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNT pada taraf 5 %.

Hasil rata – rata pada setiap   pengamatan menunjukkan  bahwa tanaman melon yang diberi pupuk kandang sapi  (Tabel 3) menghasilkan nilai rerata tertinggi terhadap produksi melon (berat buah) 1.47 kg,  dan pupuk kandang ayam  menghasilkan nilai retata terhadap produksi melon (berat melon) 1.38 kg. Ini disebabkan masing – masing pupuk kandang   mempunyai kandungan fosfor yang beragam, sementara tanaman pada masa generatif  bukan lagi unsur  nitrogen yang dibutuhkan dalam jumlah banyak oleh tanaman, melainkan unsur   yang banyak menghasilkan energi bagi tanaman yaitu unsur fosfor. Menurut Prihmantoro, H. (1995) bahwa energi  yang  dibutuhkan tanaman akan dipakai  untuk membentuk bunga serta proses pertumbuhan buah.
 
Hal ini merupakan indikasi bahwa penggunaan jenis pupuk kandang tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif   tanaman,  namun berpengaruh nyata pada produksi buah (berat buah).    
 
KESIMPULAN DAN SARAN
 
Penggunaan beberapa jenis pupuk kandang (kotoran sapi, kotoran kuda, kotoran ayam, kotoran kambing) memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman (tinggi tanaman dan jumlah daun)
 
Perlakuan dengan  pupuk kandang sapi dan pupuk kandang ayam memberikan hasil produksi melon yang paling  tinggi  dibandingkan dengan perlakuan dengan pupuk kandang yang lain. Hasil pengkajian melon varietas Japonika bisa ditindaklanjuti   ditingkat  petani  dengan mengunakan pupuk kandang sapi dan pupuk kandang ayam.
 
DAFTAR PUSTAKA
 
Anonimous, 2001, Profil Sentra Melon, Ditjen Bina Produksi Hortikultura, Jakarta.
Djojosumarta P, 2006, Pestisida dan Aplikasinya, PT.Agromedia Pustaka, Jakarta.
Marsono, L. Pinus, 1999, Petunjuk Penggunaan Pupuk, Penebar Swadaya, Jakarta
Prihmantoro. H, 1995, Memupuk Tanaman Buah, Penebar Swadaya, Jakarta.
Santoso, B. 1989. Dasar – Dasar Ilmu Tanah. Universitas Brawijaya, Malang. 
Setiadi, Parimin, 1999. Bertanam Melon, Penebar Swadaya, Jakarta
Sigit P, Marsono, 2000, Pupuk Akar, Penebar Swadaya, Jakarta.
Tjahjadi, N. 1989, Bertanam Melon, Kasinius, Yogyakarta
 

 

Kategori : Artikel Pertanian | Dibuat : Jumat, 15 Maret 2013 06:29 | Ditulis Oleh : Ir. Tuban | Dibaca : 1373 Kali


Artikel Terkait

Add comment


Security code
Refresh

Kontak Kami


Statistik

Hari Ini430
Kemarin829
Minggu Ini430
Bulan Ini25868
Jumlah420225

IP Pengunjung 54.196.215.114 Info Pengunjung Unknown - Unknown Senin, 21 April 2014 14:03

Sedang Mengunjungi

Pengunjung : 18 Online Anggota : 0 Online

Pendapat Anda Tentang Website Ini

  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
Total Votes:
First Vote:
Last Vote:
 
Powered by Sexy Polling